Sebuah Awal Baru



Ratri, Lintang dan Langit, adalah ketiga anak kami yang saat ini sedang menjalani pembelajaran mandiri ala homeschooling. Mereka dengan karakter, minat dan bakat yang berbeda-beda memilih belajar bebas tidak terpaku dengan waktu dan tempat. Sebelum menjadi pembelajar mandiri mereka adalah anak sekolah seperti umumnya anak-anak seusianya. Apa yang kemudian terjadi sehingga mereka memutuskan tidak bersekolah? Yang kami ingat adalah belajar tidak melulu harus bersekolah, belajar bisa di mana saja dan kapan saja.
Memutuskan sesuatu yang tidak lazim dalam pandangan masyarakat tidaklah mudah bagi kami, apalagi homeschooling belum akrab bagi kami. Keputusan tersebut kami ambil karena keputusasaan kami terhadap lembaga sekolah di mana kami menitipkan anak-anak kami.  Anak kami, Lintang merasa rendah diri karena sekolah tidak memberinya kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan diri, kami juga merasa anak-anak tidak optimal menyalurkan bakat dan minat mereka. Ratri merasa jatah belajar suatu materi tidak sebebas yang dia inginkan, dia ingin menggali lebih dalam suatu materi. Tetapi tentu saja hal tersebut susah dilakukan sekolah karena terikat kurikulum dan waktu.
Dengan alasan-alasan tersebut di atas, kami memberanikan diri mengeluarkan anak-anak dari sekolah mereka. Kami meraba-raba sendiri materi belajar mereka, sampai kami akhirnya menemukan teman-teman senasib dalam komunitas. Setelah nyemplung ternyata homeschooling bukan hal yang rumit dan menakutkan, kami enjoy sekali menjalani pilihan ini. Apalagi setelah kami menemukan www.rumahinspirasi.com kami banyak mendapat panduan menjalankan homeschooling dengan gaya yang kami inginkan.
Blog ini kami buat sebagai catatan perjalanan belajar kami dengan anak-anak. Saat ini bagi kami segala sesuatu, dimanapun itu dan kapanpun itu bisa jadi bahan belajar buat kami. Tidak melulu di depan buku, mencatat atau mengerjakan sesuatu di atas kertas, ketika mengobrol, melakukan perjalanan, membantu saya  memasak, menemani saya ke pasar, mengantar kue ke tetangga, berkunjung ke rumah teman bisa menjadi alat belajar buat kami.
Tentu masih banyak hal yang perlu kami selaraskan, karena setiap saat adalah belajar, kami lebih santai dan sangat menikmati proses belajar kami. Dalam ber-homeschooling, tidak hanya anak-anak saja yang belajar, kami orang tuanya juga turut dalam proses belajar, anak-anak kami paparkan dengan sebanyak-banyaknya sumber pengetahuan, mereka sendiri yang menentukan apa yang menarik buat mereka perdalam.
Bekal apa yang mutlak dimiliki keluarga dengan pembelajar mandiri? Menurut saya jawaban dari pertanyaan tersebut adalah: niat dan konsisten. Di era keterbukaan informasi saat ini, tidak ada yang tidak mungkin, kami memperoleh banyak informasi dari teman-teman di komunitas dan berbagai macam literature dari internet. Sehingga memungkinkan kami memberikan informasi yang cukup akurat untuk anak-anak ketahui.  Kami jadi lebih percaya diri membimbing anak-anak, biasanya ketika banyak pertanyaan muncul kami kemudian mencari tahu bersama, sehingga anak-anak tahu proses mendapatkan informasi yang mereka inginkan.
Semoga blog ini kelak berguna, entah untuk kenang-kenangan bagi kami sendiri atau bagi kalayak. Berkah Dalem.

Comments